Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Sunday, 1 May 2016

Wanita Emas: Jika Saya Jadi Gubernur, Berobat ke rumah sakit cukup menunjukkan KTP


Bernibob.xyz - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni Moein, melakukan kunjungan menjenguk pasien di rumah sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya, Hasnaeni menyampaikan program-program unggulannya jika dia terpilih sebagai gubernur di DKI nanti.

"Nanti seandainya Tuhan mengizinkan saya untuk menjadi gubernur DKI, kita nanti akan menggunakan KTP Jitu, yakni siji pitu yang di antaranya kita gak usah lagi untuk mengurus segala macam untuk berobat dan cukup menunjukkan KTP aja," ujar perempuan yang lekat dengan julukan wanita emas ini, Sabtu 30 April 2016.

Hasnaeni juga menyebut programnya tersebut merupakan terobosan baru yang tanpa mempersulit pasien dalam keadaan darurat. Terlebih lagi para keluarga yang sudah tidak perlu repot-repot mengurus keluarganya yang sakit.

"Dengan kita menggunakan KTP Jitu nantinya para pasien dan keluarga pasien tidak perlu repot mengurus biaya kesehatan, ke mana-mana dan cukup pakai KTP Jitu aja," jelasnya.

Program Hasnaeni ini pun disambut baik oleh para pasien di rumah sakit tersebut. Salah satu pasien bernama Joko Puji (47) yang saat itu dijenguk oleh Hasnaeni mengatakan sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Hasnaeni.

"Wah seandainya itu terwujud, pasti masyarakat bakalan senang banget. Jadi gak perlu repot ngurus ini itu, bagus banget itu," ujarnya

http://metro.news.viva.co.id/news/read/767352-janji-wanita-emas-kepada-warga-miskin-bila-jadi-gubernur?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Yusril Bela Warga Luar Batang Bukan untuk Kampanye

Yusril Bela Warga Luar Batang Bukan untuk Kampanye

Bernibob.xyz - Calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra menampik kalau bantuan hukum yang ia berikan pada warga Luar Batang hanyalah untuk keperluan kampanye jelang Pemilihan Gubernur DKI 2017 mendatang.

"Bidara Cina kan tidak ada hubungannya sama pilgub, dan Ahok kalah, jadi mau gimana lagi?," ujar Yusril di Masjid Al-Munawarah, Jalan Kampung Bali 1 No. 53, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 29 April 2016.

Meski begitu, ia tak memungkiri kalau pembelaan terhadap warga Luar Batang terjadi saat dirinya tengah berencana maju bertarung dalam perebutan kursi DKI 1.

"Kalau Luar Batang baru muncul setelah saya mencanangkan saya akan maju ke pilgub. Tapi, Bidara Cina kan tidak. tidak ada hubungannya, kepikir saja tidak pada waktu itu,” kata Yusril.

Sebelumnya diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), mengatakan kalau Yusril Ihza Mahendra membela warga Luar Batang yang hendak digusur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya untuk keperluan kampanye jelang pilgub DKI 2017 mendatang.

"Bisa bayangin tidak kalau Pak Yusril kemarin sebagai pengacara di DKI ketika DKI sedang berperkara dengan swasta, dibayar swasta, dia ikut. Bagaimana kami bisa putuskan bekerja sama dengan Pak Yusril? Untuk kepentingan kampanye dia bela sekarang Luar Batang," kata Ahok. (ase)
http://metro.news.viva.co.id/news/read/767191-yusril-bela-warga-luar-batang-bukan-untuk-kampanye?

Dipimpin Ahok, Penanaman Modal Asing di Jakarta Melonjak

Dipimpin Ahok, Penanaman Modal Asing di Jakarta Melonjak

Bernibob.xyz - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan nilai investasi pada triwulan pertama, periode 1 Januari hingga 22 April 2016 sebesar Rp9 triliun. Jumlah itu meningkat Rp3,5 triliun, dibandingkan periode yang sama pada 2015 yang hanya sebesar Rp5,5 triliun.

Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta, Edy Junaedi mengatakan, dari Rp9 triliun tersebut, sebesar Rp7,9 triliun diantaranya berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Rinciannya, kata Edy di Balaikota DKI Jakarta, Rabu 27 April 2016, tahun 2015 itu Penanaman Modal Asing (PMA) Rp5,5 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp430 milliar. Tahun 2016, PMA Rp7,9 triliun dan PMDN Rp1,1 miliar.

Menurut Edy, peningkatan itu terjadi disebabkan semakin mudahnya pengurusan perizinan investasi di ibukota. "Sebelum dipimpin pak Ahok itu gedung perkantoran dibangun hingga 270 hari kerja. Sekarang hanya 132 hari kerja," tambahnya.

Sementara itu, untuk peningkatan investasi terbesar, lanjut dia, berada di dua wilayah kota yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Investasi di wilayah itu sebagain besar dalam bidang properti.

"Bentuknya perkantoran. Contohnya di Jalan TB Simatupang. Di sana kiri dan kanannya banyak gedung perkantoran. Karena dekat dengan jalan tol," tambahnya.

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/766202-dipimpin-ahok-penanaman-modal-asing-di-jakarta-melonjak

Yusril: Ahok Dua Kali Kalah Lawan Warga, Jangan Sombong Kau

Yusril: Ahok Dua Kali Kalah Lawan Warga, Jangan Sombong Kau

Bernibob.xyz - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, mengomentari tindakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yg akan mengajukan banding atas menangnya gugatan warga Bidara Cina di Pengadilan negeri Tata Usaha, terkait penetapan lokasi sodetan kali Ciliwung.

"Jadi, Pak Ahok itu sering nantang-nantang bawa saja perkaranya ke pengadilan. Dua kali dia telah kalah. Jangan terlalu sombonglah jadi orang," ujarnya di Masjid Al-Munawarah, Jalan Kampung Bali 1 No. 53, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 29 April 2016.

Yusril menjelaskan, PTUN akhirnya mengabulkan gugatan warga Bidara Cina, lantaran mereka mampu menunjukkan hak milik mereka di pengadilan. Sehingga, hal itu, membuat Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 2779 Tahun 2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan sodetan Kali Ciliwung tersebut dinilai melanggar asas-asas pemerintahan yg baik.

"Karena rakyat mampu menunjukkan hak milik di pengadilan, mempunyai hak guna bangunan atas itu, kemudian merasa SK (Surat Keputusan) itu ditetapkan semena-mena tanpa ada musyawarah dengan masyarakat, dan yg terjadi di pengadilan Pak Ahok keok, kalah," ucap dia.

Sehingga, atas dasar itulah akhirnya pengadilan memenangkan gugatan warga Bidara Cina.
"Lalu SK 2779 itu oleh pengadilan dinyatakan bertentangan, dengan peraturan UU yg berlaku dan bertentangan, dengan asas pemerintahan yg baik dan memerintahkan kepada tergugat Gubernur Ahok untuk mencabut surat tersebut, karena bertentangan dengan peraturan yg berlaku," kata dia.

Sebelumnya diketahui, warga Bidara Cina mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terkait terbitnya SK Nomor 2779 Tahun 2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan sodetan Kali Ciliwung.

Gugatan tersebut, didaftarkan di Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dengan Nomor 59/G/2016/PTUN-JKT terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung, yg berubah dari ketentuan sebelumnya tanpa ada sosialisasi warga.

Dalam pembacaan putusan di PTUN Jakarta, Senin, 26 April 2016, majelis hakim memenangkan gugatan warga Bidara Cina. Majelis hakim menilai, SK Gubernur DKI Jakarta terkait penetapan lokasi untuk pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, telah melanggar asas-asas pemerintahan yg baik.
http://metro.news.viva.co.id/news/read/767083-yusril-ahok-dua-kali-kalah-lawan-warga-jangan-sombong

Monday, 25 April 2016

Balik sindir Amien Rais, Ahok sebut "mungkin sudah tua jadi pikun"

mungkin sudah tua jadi pikun

Bernibob.xyz - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hanya terkekeh kecil saat dikonfirmasi terkait pernyataan Amien Rais. Mantan Ketua MPR itu menilai Ahok terlalu arogan dan menentang banyak pihak sehingga tidak layak menjadi seorang pemimpin.

Ahok sapaan akrabnya mengaku bingung dengan pernyataan tersebut. Sebab pernyataan itu kontraproduktif dengan sikap Amien pada 2006 saat Ahok masih menjabat sebagai Bupati Bangka Belitung Timur.

"Waktu saya jadi bupati, dia (Amien Rais) kasih penghargaan ke saya sebagai aktor demokrasi sesungguhnya. Aku dikasih pin, dia masih baru selesai dari Ketua MPR dikawal datangnya. Di Ancol, dia kasih penghargaan terus dia ngomong gini ke saya 'saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu'," tuturnya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/4).

Pernyataan Amien Rais tetap harus dihargai. Namun Ahok mengira, faktor usia membuat Amien Rais lupa akan pernyataan dan sikap yang sebelumnya pernah diungkap mantan petinggi Partai PAN tersebut pada Ahok.

"Mungkin dia sudah tua, jadi pikun kali," tutupnya.

Sebelumnya, mantan Ketua MPR Amien Rais menilai sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sangat arogan. Selain itu, Ahok dinilai kerap menantang berbagi pihak bahkan terkesan meremehkan lembaga negara dalam hal ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus RS Sumber Waras.

Menghadiri acara pengukuhan dan serah terima jabatan (sertijab) pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Pala Temanggung, Minggu (24/4), Amien Rais menegaskan Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin.

"Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas," kata dia dikutip dari Antara.

Menurut mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.

Dia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya. Dia pun khawatir jika Ahok kembali terpilih menjadi gubernur DKI, mantan Bupati Belitung Timur tersebut akan berkelakuan bengis, beringas, dan menghina bangsa Indonesia.

"Kalau saya orang Jakarta, pasti akan turun gunung, sayang saya orang Yogyakarta," tandasnya.

http://www.merdeka.com/politik/balik-sindir-amien-rais-ahok-sebut-mungkin-sudah-tua-jadi-pikun.html

Ahok tuding Wali Kota Jakut punya geng main golf PNS DKI

Ahok

Bernibob.xyz - Perseteruan diantara Ahok dengan anak buahnya, Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi sampai sekarang masih berlanjut. Ahok menuding bahwa Rustam mempunyai 'geng' yg di dalamnya ada perkumpulan pejabat yg hobi main golf.

Menurut Ahok, perkumpulan geng main golf ini menentukan apakah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan sekitar Pemprov DKI Jakarta bisa naik pangkat atau sebaliknya. Kalau tidak bisa join, jangan harap jabatan akan naik ke peringkat yg lebih tinggi.

"Pejabat kalau tidak bisa main golf, tidak bisa naik pangkat. Saya itu kan banyak intel. Sudah janjian mau main golf termasuk salah satunya dia (Rustam)," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (25/4).

Ahok juga menambahkan, perkumpulan golf ini tak hanya bermain di dalam negeri. Melainkan sesekali juga meluangkan waktu untuk menjajal lapangan di manca negara.

Ahok mengakui banyak mendapatkan informasi tentang geng perkumpulan main golf ini. Saefullah yg saat ini duduk sebagai Sekretaris Daerah DKI Jakarta dan Heru Budi Hartono, Kepala Badan Pengelola Keuangan & Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta, tidak bisa bermain golf.

Oleh karena itu, kata Ahok, disaat itu keduanya tidak bisa naik pangkat lantaran tidak masuk dalam perkumpulan golf tersebut.

"Dulu jangan harap (naik pangkat) kalau tidak bisa main golf di Jakarta mau naik pangkat. Karena gubernur golf, jadi dia (Rustam) ada geng," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, banjir yg menggenangi Jakarta beberapa hari lalu menuai polemik antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan bawahannya, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. Ahok menuding Rustam tak becus dalam menyelesaikan proyek penanggulangan banjir.

Kegeraman Ahok terhadap Rustam ini langsung di sampaikan dalam rapat penanggulangan banjir bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Dengan nada tinggi, Ahok juga menyindir Rustam yg mendukung Yusril Ihza Mahendra sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Baca juga berita menarik lainnya :


http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-tuding-wali-kota-jakut-punya-geng-main-golf-pns-dki.html

Sunday, 24 April 2016

Jokowi seperti Tuhan yang tidak pernah salah & mampu menyelesaikan semua masalah.


Bernibob.xyz - Mantan Ketua Tim Relawan Jakarta Baru pendukung Joko Widodo (Jokowi) saat Pilkada DKI Jakarta, Ade Ardiansyah Utama mengatakan sekitar 180 perwakilan tim relawan, Senin (17/3) hari ini mencabut mandat Jokowi sebagai gubernur.

Mereka mengaku kecewa karena Jokowi lebih mementingkan mandat Ketua Umum PDIP menjadi calon presiden pada pemilu 2014 dan melupakan mandat rakyat Jakarta yang telah memilihnya untuk mengubah wajah ibukota.

"Kami mengimbau warga untuk mengosongkan Jakarta dari PDIP dan tidak memilih PDIP karena ikut mendorong Jokowi meninggalkan mandatnya," kata Ade Ardiansyah di Jakarta, Senin (17/3).

Warga Jakarta, lanjutnya, pantas kecewa dan tidak memilih Jokowi dan PDIP karena warga Jakarta ingin perubahan. Sekarang perubahan belum ada, tapi sudah mau loncat lagi.

"Saya tidak percaya kalau Jokowi maju sebagai capres karena mau mengabdi lebih luas. Kita tidak usah dulu bicara pengabdian pada Indonesia kalau untuk Jakarta saja belum ada buktinya," tegasnya.

Jokowi menurutnya ingin menjadi presiden karena memang ambisi kekuasaan semata. "Kalau kita tahu dia mau jadi gubernur karena ingin menjadi presiden, tentu kami dan warga Jakarta tidak akan ada yang mau mendukungnya. Ibarat anak sekolah, ikut ulangan umum saja nilainya masih merah, dia sudah minta naik kelas," ujarnya.

Dia mengingatkan rakyat Indonesia untuk tidak tertipu seperti rakyat Jakarta dengan alasan bahwa dia ingin mengabdi pada Indonesia.

Para pendukung Jokowi yang ada saat ini ujar Ade, bukan lagi relawan tapi kebanyakan adalah tim sukses profesional yang membuat Jokowi seperti Tuhan yang tidak pernah salah dan mampu menyelesaikan semua masalah.

"Cukup kami yang tertipu. Besok-besok kalau dia terpilih jadi presiden Indonesia lantas ada pemilu dunia untuk mencari presiden dunia dia akan tinggalkan Indonesia juga dengan alasan ingin merubah dunia. Kalau Tuhan ada pemilihannya, jangan-jangan dia juga ingin jadi Tuhan karena mengganggap dirinya mampu memperbaiki meski skala Jakarta yang kecil saja belum terbukti," tegasnya.

Dijelaskannya, Relawan Jokowi selama pilkada DKI terdiri dari 3 jenis. Pertama adalah tim relawan dari PDIP dan tim relawan Gabungan PDIP dan anggota koalisi pendukung Jokowi-Ahok.

Yang ketiga adalah tim relawan Jakarta Baru. Saat ini yang tinggal menurutnya hanya tim relawan PDIP dan tim sukses profesional.


http://www.jpnn.com/read/2014/03/17/222507/Kecewa-Relawan-Tinggalkan-Jokowi-